Berita

23-02-2018

Pusat Kajian Akuntabilitas Keuangan Negara mengadakan Konsinyering di Griya Sabha Kopo pada tanggal 21 s.d 23 Februari 2018. Rapat dibuka oleh Kepala Pusat Kajian AKN Drs. Helmizar dan dilanjutkan oleh Bapak Sukmalalana Selaku Moderator. Rapat kali ini membahas tentang Finalisasi Kajian DAK, Belanja Modal dan Temuan Audit Prov. Sumut Dari hasil rapat ini menyimpulkan bahwa : - Kajian ini adalah hasil mengkaji - Produk dari buku ini adalah mendekati buku kajian sehingga tidak adanya misleading dari arti “kajian” itu sendiri. buku yang hanya memasukan data, khawatirnya tidak bisa disebut dengan kajian - Alur kajian harus ada satu perkara, kajian ini harapannya harus ada solving (permasalahan utama), harus adanya perumusan masalah untuk memperkecil scoope permasalahan utama. Perumusahan masalah untuk tidak diabaikan, perumusan masalah ini untuk menyelesaikan permasalahan utama. Permasalahan utama yang cukup signifikan penting untung menopang permasalahan utama - Harus adanya metodelogi sebagai kelengkapan ilmiah untuk melakukan pembahasan, meliputi Objek & Sampel, Batasan Masalah, dan Metode Pembahasan - Pembahasan dan analisis harus bisa menjawab tujuan penelitian - Dari kesimpulan, pembaca kajian bisa memahami dalam waktu singkat isi kajian, isi kesimpulan bisa berisi kab yang terbaik, terburuk, tertinggi dan terendah. Jika terbaik bisa dijadikan role model, jika terburuk bisa dicari solusinya. - Dengan adanya metodelogi penelitian, kajian sudah bisa dikatakan penelitian ilmiah Adapun beberapa saran dan masukan untuk PKAKN yaitu - Penambahan permasalahan yang tadinya ada 3 permasalahan utama, menjadi 4 dengan penambahan gambaran umum opini dan temuan LKPD - Definisi signifikan dalam akuntansi adalah materialitas. Dalam infografis hanya penjelasan growth saja, khawatirnya menjadi sesuatu hal yang bombastis - Penambahan kesimpulan, yaitu dengan isi tren proporsi belanja modal tertinggi dan terendah. - Untuk tren DAK dan Belanja Modal berisi dengan yang paling signifikan dan linear di Kab/kota - Kesimpulan dalam bentuk maping, dengan pendekatan cluster dan ranking dipetakan menurut pokok permasalahan dalam temuan yang diporsentasikan pertahun. Cluster dan ranking untuk dibuat dari temuan yang berulang - Untuk mencari tema kajian baru, perlu adanya pencarian permasalahan dari LHP terkait.